Sabtu, 13 September 2014

Task Of U



Sejarah pergerakan Indonesia membuktikan mahasiswa sebagai agen perubahan. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai motor penggerak jatuhnya orde lama, kemudian dikenal dengan nama Angkatan 1966. Bola panas gerakan mahasiswa membawa korban lagi dengan jatuhnya Orde Baru Mei 1998 yang melahirkan reformasi. Peran mahasiswa dalam berkehidupan kemasyarakatan sudah menjadi hal umum dan jamak dilakukan, memulai dengan mengkritisi hal-hal yang biasa di hadapi mahasiswa seperti buruknya fasilitas umum, perilaku sosial yang menyimpang marak di masyarakat dan hal-hal yang dikonsumsi oleh masyarakat seperti kenaikan bahan-bahan pokok kebutuhan masyarakat, keboborokan wakil rakyat sampai pada lemahnya pemerintah dalam penegakan hukum menjadi pemicu agenda diskusi keseharian mahasiswa disamping mengerjakan tugas kuliah.
Sebatas manakah peran mahasiswa? Hanya sekedar datang ke kampus, kuliah, menggunakan alat elektronik baru berhot-spot ceria, copy paste dalam mengerjakan tugas dan pulang setelah merasa melakukan sesuatu yang sangat autis yaitu merasa modern telah berjejaring sosial, ketemu teman dimana-mana? Atau tetap fight dengan ide-ide yang kritis melakukan telaah dalam aktivitas kegiatan mahasiswa di dalam kampus atau di luar kampus tetapi tetap tidak konsisten dengan dirinya, yaitu tidak pernah kuliah, dan selalu menjadi donor tetap kampus dengan semester yang tinggi? Sebagai bagian dari akademisi, mahasiswa tidak hanya biado lae menikmati hidup rutinnitas akut dengan manafikkan persoalan-persoalan di masyarakat. Berevolusi menjadi aktivis merupakan langkah awal untuk belajar memahami kehidupan di luar dunianya dan merupakan bekal untuk meniti langkah lanjut setelah lulus, menjadi alumni yang tidak canggung bekerja, percaya diri dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kritis serta memiliki kepedulian di sekelilingnya tahan tekanan terhadap siapapun.

Sebagai ujung tombak kemajuan, mahasiswa sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab itu, ia harus aktif Mahasiswa belum dikatakan aktifis jika hanya aktif secara akademika saja. Melainkan juga berorganisasi, baik di kampus maupun masyarakat. Aktivitas kurikuler dan ekstrakurikuler pun harus berjalan seimbang dan maksimum Tidak ada yang dikorbankan Sebagai agen perubahan ia diharapkan bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga membaur dan bermanfaat bagi masyarakat. “Jangan egois dengan berfikir kita yang memberi tetapi bagaimana kegiatan itu bermanfaat secara pribadi dan orang lain juga merasakannya”.
Sebenarnya banyak peran bisa dijalankan oleh mahasiswa. Kita dapat aktif di organisasi organisasi kemahasiswaan, baik tingkat fakultas, univertas, maupun ektra kampus sesuai minat bakat masing-masing. Banyak pengetahuan didapat ketimbang mahasiswa yang berritual kuliah semata. Di komunitas pencinta alam misalnya seperti anak-anak Forrester Tapsel minimal akan memperoleh kemampuan menyelesaikan masalah kesulitan dan adaptasi pada lingkungan. Melalui olah rasa di dunia kecilnya yakni hutan dll mereka akan lebih cepat dewasa sehingga mampu menghargai orang lain.
Predikat aktivis tidak pantas diberikan kepada bagi mereka yang berperilaku seenaknya (semau gue) dalam berorganisasi. Mahasiswa harus aktif dalam kuliah dan berorganisasi, sehingga mampu berfikir akan jati dirinya sebagai agent of chage. Mampukah perubahan terjadi pada seseorang yang pasif? Mahasiswa aktif tentunya punya nilai plus. Ia bisa membuka pikiran secara seimbang oleh yang ia peroleh dari bangku kuliah, dan menerapkannya di organisasi. Kesempatan mengembangkan soft skill dan hard skill pada mahasiswa aktif juga lebih banyak sehingga banyak pengalaman sebagai bekal di kemudian hari.  Akan tetapi, porsi kuliah harus diutamakan dan lebih besar dibandingkan berkegiatan Ingat, tujuan awal masuk perguruan tinggi adalah untuk belajar. Organisasi sebagai pelengkapnya lebih baik sesuai minat dan bakatnya.
Kegiatan kadang berbenturan dengan jadwal perkuliahan, maka perlu ditentukan batasan-batasan dan koordinasi dari bidang kurikulum dan bidang kemahasiswaan. Mahasiswa juga harus pandai mengatur waktu agar tetap berkegiatan yang positif dan tidak mengganggu kuliahnya sehingga kuliah cepat lulus berikut berjuta pengalaman. Terkadang mahasiswa perlu didorong berorganisasi. Karena pada dasarnya mahasiswa gabung di dalam organisasi hanya ikut-ikutan serta mencari lawan jenisnya untuk dijadikan pasangan dalam dunia percintaan. 
KlikGo went gone.

Rabu, 22 Mei 2013

Agen of change Jangan diam

Mahasiswa sebagai Agent of Change,,, hmm.. Artinya adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Lalu kini masalah kembali muncul, “Kenapa harus ada perubahan ???”. Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pandang kondisi bangsa saat ini. Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal, dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini, mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah, dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya. Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini. Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita diam. Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan, namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar. Perubahan merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Allah swt. dimana dijelaskan bahwa suatu kaum harus mau berubah bila mereka menginginkan sesuatu keadaan yang lebih baik. Lalu berdasarkan itu yang menyebutkan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, sedangkan orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin adalah orang yang merugi. Oleh karena itu betapa pentingnya arti sebuah perubahan yang harus kita lakukan. Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”, hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa, dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini. Mahasiswa-mahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut. Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut. Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut, lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini. Hidup Mahasiswa